BERITA


OPEN TALK 100 HARI KEPENGURUSAN


Posted on 2017-02-22 19:41:21



Sesi Open Talk merupakan fasilitas yang disediakan oleh Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, yakni Bapak Adjie Pamungkas, dengan tujuan untuk bekerja sama dengan para mahasiswa untuk menciptakan hubungan baik melalui cara penyampaian opini dari para mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Sesi ini juga sebagai fasilitas untuk memperingati 100 hari Bapak Adjie Pamungkas sebagai Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Sesi dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2017 dihadiri oleh Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota dari angkatan 2013 – 2016 dan juga dari pihak birokrasi Jurusan.

Dari hasil sesi Open Talk, disebutkan bahwa birokrasi berfokus kepada penataan ruang di sekitar kampus demi memunculkan citra simbol PWK di lingkungan sekitar, agar PWK bisa menjadi perhatian bagi banyak orang. Berbeda dari fokusan birokrasi tahun lalu, yang lebih mengembangkan interior gedung, tahun ini lebih difokuskan ke eksterior dan lingkungan sekitar jurusan. Selain itu, Bapak Adjie juga sudah bertemu dengan Ketua Jurusan Geomatika, untuk membahas kolaborasi pembangunan lapangan futsal di daerah belakang kampus. Kolaborasi dilakukan karena terbatasnya dana Jurusan PWK maupun Geomatika, sehingga kedua jurusan memutuskan untuk bekerja sama.

Salah satu Mahasiswa PWK angkatan 2013 mengatakan, bahwa mulai angkatan 2013 terjadi peningkatan jumlah mahasiswa. Yang awalnya 70 sekarang mencapai lebih dari 100, dan angkatan tertinggi adalah angkatan 2015 yakni dengan 120 orang. Kekhawatirannya adalah, apakah jumlah dosen yang ada sudah mencukupi untuk jumlah mahasiswa yang semakin meningkat? Dari Bapak Adjie mengatakan bahwa untuk menambah dosen adalah perkara sulit. Dengan jumlah mahasiswa terus bertambah, maka semakin banyak yang masuk semakin besar juga dana yang dibutuhkan, sehingga jurusan butuh dana lagi. Masalah lainnya adalah distribusi keahlian, dosen yang ahli kerap mendapat SKS lebih, maka ada ketimpangan sehingga ditanggulangi dengan dioperkan ke yang lain.

Pembahasan lain adalah mengenai dampak PTN-BH ke jurusan. Dari pihak jurusan sendiri juga masih meraba-raba mengenai ini, tapi dari ITS sendiri sudah banyak dirubah sistemnya. Karena perubahan ini juga, maka keuangan menjadi sulit. Tapi dari dalam sendiri PTN-BH sangat memberi peluang kepada mahasiswa.

Lalu ada juga pertanyaan terkait Wi-Fi kampus. Mahasiswa merasa bahwa fasilitas Wi-Fi itu sendiri belum ideal karena banyaknya kesulitan ketika mengakses wifi tersebut. Dari birokrasi menjawab bahwa pihak Jurusan sebelumnya sudah mengkonsultasikan soal ini, dan dari ITS sendiri sudah menjanjikan, jadi jurusan hanya bisa menunggu. Namun akan dipertimbangkan jika memang sangat dibutuhkan.

Restrukturasi Fakultas juga menjadi bahasan yang krusial pada sesi ini. Jurusan mencari fakultas yang ada keterkaitannya yang lebih. Maka dari itu disatukan dalam FADP. Tapi terkait kurikulum, jurusan PWK tidak akan terlalu tercampur terlalu banyak oleh desain.

Untuk permasalahan kantin, di Masterplan Fakultas, ada distribusi kantin, karena ITS tidak mengijinkan jika jurusan punya kantin. Kedepannya untuk tempat bekas kantin, akan dijadikan ruang terbuka, sesuai dengan masterplan PWK dan ECO CAMPUS. Sebenarnya juga untuk posisi kantin sekarang bisa dibilang ilegal karena tanpa izin. Lalu terkait masterplan, ini disusun pada tahun 2015. Masterplan ini dibuat agar kampus tertata dengan baik, dan terencana dengan jelas. Pada prosesnya memang lebih banyak ditangani oleh jurusan, dengan kata lain tidak melibatkan mahasiswa dalam perencanaannya, namun sebenarnya jika memang ingin mengikuti tim perencanaan, tinggal melapor ke pihak Jurusan. Jadi kedepannya harapannya jurusan dan mahasiswa akan banyak berkolaborasi.

Lalu ada pertanyaan mengenai website dan Share ITS yang disambung dengan pertanyaan terkait pengembalian tugas. Untuk website, Jurusan sudah menyediakan tim untuk pembuatan dan pengoptimalan website, sebenarnya juga sudah akan ada penandatangan kontrak dengan desainer. Tapi karena ITS memiliki desain baru dengan website, alhasil seluruh jurusan harus mengikuti desain dari ITS. Dan bagi mahasiswa, juga bisa mendaftar sebagai bagian dari tim pengelolaan website. Share ITS sendiri dinilai masih kurang karena ada masalah dari dosen dan mahasiswa yang belum terbiasa dengan share ITS. Terkait pengembalian tugas, ada perbedaan karakter dari mahasiswa, maka dari itu tidak dikembalikan. Dan apabila memang perlu, untuk pengembalian tugas, mahasiswa bisa menghubungi langsung kepada dosen yang bersangkutan.

Terkait pertanyaan adanya penangguran dari lulusan PWK ITS, jurusan sendiri sendang mendorong dosen-dosen untuk melakukan publikasi dan penelitian terkait kegiatan yang dilakukan. karena publikasi PWK terendah ke-2 di ITS. Kaitannya dengan pertanyaan, ketika mahasiswa dan lulusan mengetahui akan adanya penelitian d

Blog Search